Kucingers's nest

Keyboard, Paper, and Bicycle

Gimana Cara Makan Gajah?

Assalamu’alaikum

Makan gajah? Hehehe, judul yang agak aneh, bahkan mungkin kedengaran offensive buat sebagian orang. Yo ga papa lah, yang penting biar tertarik baca dulu (hihihi).

Apa sih makan gajah? Kenapa gajah? dan hubungannya apa ama kita?. Gini-gini , sabaiknya satu-satu dijelasin “makan gajah” adalah sebutan saya untuk metode penyelesaian masalah (soalnya saya pria bermasalah). Kenapa gajah, soalnya gajah itu besar, gak ganteng, trus siapa juga jaman sekarang mau makan gajah?, makanya gajah itu saya analogikan dengan MASALAH, yup suka atau nggak, kita sering dihadapkan dengan gajah-gajah itu. Besar, berat, dan gak enak tapi kita tetep harus makan (menyelesaikan) itu para gajah. Kalau kita berusaha menghindar, kejadian yang paling sering malah ditubruk ma gajah-gajah ntu.

Nah bek tu tujuan, makan gajah ntu emang susah, lagian segede gitu, apa nggak eneg? Sebenernya triknya simple banget, mungkin yang lain juga dah sering denger, makanya fungsi artikel ini cuman sebagai pengingat. Makan gajah tuh dikit-dikit ga boleh langsung, dari yang paling gampang dimakan dulu, misalnya kupingnya dulu (wueekkk) baru nanti belalainya, dan seterusnya.

Konsep ini saya sendiri lupa dapet darimana, kyknya dari kutipan atau apa yah (maaf penulis memiliki keterbatasan memori). Konsep ini banyak kita liat, bahkan mungkin secara nggak sadar, contoh kyk gini nih. Misalnya kalo kita melakukan Koding (menulis Kode Program) kita ketemu sama yang namanya fungsi (function), prosedur (procedure), dan lain-lain. Untuk bahasa SQL misalnya kita kenal yang namanya Subquery. Waw ternyata mereka benar-benar membantu, coba bayangkan kalo Koding gak ada fungsi / prosedur, nggak banget deh, ruwet minta ampun. Dengan adanya pemotongan-pemotongan gajah ini, diharapkan kita bisa lebih mencerna potongan-potongan gajah itu. Seperti masalah yang disederhanakan akan membuat kita lebih memahami masalah ntu, yang pada akhirnya akan mempermudah kita mencari solusi.

Sayangnya kadang dalam menghadapi gajah kita terlena dengan besarnya dia, bukan dengan kewajiban untuk memakannya. Sehingga menyebabkan kita Cuma memandangi sang Gajah yang juga melototin kita, minta dimakan. Jangankan tuk mulai makan, baru liat aja dah pada lemes, hehehe.

Tulisan ini dibuat cuman buat menumpahkan apa yang ada di kepala, sapa tau aja ada yang kebantu (ngarep), sama ngisi waktu istirahat siang (daripada liatin kode mulu). Kalo ada yang merasa tersinggung ya mohon dimaafken tho, penulisnya kan cuman manusia.

Hehehe, Wassalamu’alaikum

NB::

Kata-kata yang dibolak balik , Gajah = masalah, memakan = menyelesaikan.(kadang baca tulisan sendiri juga bingung…. Peace)

Agustus 7, 2008 - Posted by | Santai | ,

3 Komentar »

  1. pak penulis pernah makan apa selain gajah ?

    Komentar oleh Nalendra | Agustus 13, 2008 | Balas

  2. wah pak kucing gw keseringan melotot in tuh gajah… gmn dunks.. tapi gw seringnya coba makan anak gajah sih… jadi masih empuk dagingnya heeh peace

    Komentar oleh devas39 | Agustus 21, 2008 | Balas

  3. yup…gw sblm baca dah ngerti maksudnya pak kucing tulis ini,secara sblm nulis lu suka ngomong2 makan gajah mulu :p

    Komentar oleh dedi | Oktober 29, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: