Kucingers's nest

Keyboard, Paper, and Bicycle

nice sunday ride with spn and 1sn0where

jalan2 bertiga sama pono dan sulei - Google Maps_1257122681436

Yeah i know, by this morning perhaps both of them already post this kind of thing too. but i bet something “they wouldn’t post it in english”. so here we go.

Yesterday was a great day, its been so long i haven’t got any “more than 30km” ride for three months. as for me, everyday i put my bike to work for 10-20km, well that’s no big difference between everyday ride with yesterday’s inglorious ride (or whatever they say). But yesterday we ride together @ibnutri (thats me), @spn (supono), and @1sn0where (sulaeman)  and that’s big difference since usually everyday i ride alone speeding (betting my life with death god) between ignorant cars and motorcyles.

it was started at BIP (thats the meeting point for titimplik team, and setiabudi team). then we ride down to the Jl sutan syahrir, after the not-so-famous-siliwangi-museum  we turn right to some unidentified road by me (sorry for my lack of road information). and then wo move on jl asia afrika, and after that we going through jl otista till we met the “lapangan tegalega”.

not long after tegalega we stop for a hydrocharge ( drink some waters in my language), then we found some unconvinient truth, that @spn forget to fill his water bottle and we need to share our water :( . that was so uncool. dehydration was never and will never COOL.

when we put our a*s at jl Soekarno-Hatta I realize something, thats its been to long for me not riding in this road. the road was wide , but the DPU has some work there so they take some space (they’re fixing the road i think). and you know somehing?  i saw a rice field, thats quite rare to me seeing rice field in bandung (i live in urban area). It was so nostalgic, cause part of my childhood was spent on rice field (you can’t call me alay aka. anak-layangan because i don’t play layangan but yes you can call me awah aka. anak-sawah :D )

after the rice field area i found nothing interesting, except that “almost accident” part. a motorcycle suddenly stopped in front of supono caused by engine failure (that’s what you got for relying too much on unmaintained engine). both of supono and sulei can stop easily, but for me i’ve got to rely to my own steering skills for my god damn rims are still chrome plated (gotta change this to some alloy rims ASAP for better grip). thank god all of us are using helmet, i know that safety is in our mind, but tools like helmet could improve our survivability.

I was supposed to take some picture on our ride, but somehow the digcam was taken the night before (by its owner aka. capcaibakar). so there was no picture taken. And the only image in this blog post is from gmap (and its not complete anyway, part of it wasn’t my usual riding track)

November 2, 2009 Ditulis oleh ibnu triyono | Santai, sepedaan | , | 5 Tanggapan

bolak balik cibiru

pesta blogger 2009, sayang nggak ikutan dateng ke jakarta (sudah diwakili oleh @icreativelabs , @agoes82, @dianarakeren dan @kodok128c untuk ngambil goodie). Dan nanti takut ditanyain “Ngapain kamu dateng ke pesta blogger? kamu kan make wordpress” ( becanda XD). tapi dengan nggak dateng ke pesta blogger berarti bisa ke rumah paman saya di daerah cibiru. Dengan menggunakan sepeda tentunya  :D

Sebenarnya saya berniat mengunjungi paman saya itu seminggu sebelumnya , sayangnya ditengah perjalanan ban belakang yang baru dirakit sendiri mengalami kerusakan yang cukup mengenaskan. alhasil menyebabkan si ARAYA itu berputar dengan tidak sempurna. Akhirnya diputuskan untuk mampir ke lokasi kenalan terdekat dari lokasi kejadian, dan mendaratlah di tempat @zeusbox di sukaluyu. setelah cukup lama memperbaiki jari-jari ban (spokes) hingga sore hari saya kembali ke titimplik untuk istirahat.

Tanggal 24 okt 2009 akhirnya dengan memantapkan tekad dan jari-jari sepeda, serta memeriksa semua kelengkapan sepeda berangkatlah si ibnu dengan keyakinan membara untuk mencapai tujuan dengan berbekal sebuah sepeda turing merk nggak jelas berdiameter roda 27inchi serta kombinasi gir 42T-18T. lantaran sepeda ini tidak menggunakan transmisi layaknya sepeda jaman sekarang si ibnu nggak perlu pusing2-pusing memikirkan gigi berapa yang sedang dipakai.

Perjalanan lancar hingga sampai ke jl cipadung. ketika melihat jalan cipadung menanjak mulai gentar juga rupanya si ibnu. Dengan bermodalkan satu pilihan gigi dan tenaga yang lumayan terkuras menanjaklah si ibnu dengan sepeda nya yang berwarna mirip langster klasik. Ok ternyata si ibnu cukup kuat untuk menanjak dengan sepeda single speed, sampai akhirnya menemui bagian jalan yang rusak, sehingga beberapa kali harus melakukan Danseuse di atas sepeda. Dengan napas yang lumayan tersenggal akhirnya sampai juga si ibnu di tujuannya.

Besok pagi-pagi (ya nggak pagi-pagi banget sih) sekitar jam 08:45 saya kembali ke titimplik karena ada janji dengan ibu negara untuk belanja kebutuhan bulanan di hyp**(&^t  BIP. Dalam perjalanan pulang yang seharusnya menyenangkan karena cenderung turunan (downhill) jadi pengalaman yang lebih mengerikan dari pengalaman nanjak kemarin. ketika menghadapi turunan pertama saya baru  sadar kalau mur pengencang kaliper rem depan telah tumbang, Jadi setiap selesai menekan tuas rem, saya mengencang kan kaliper rem dengan tangan kiri secara manual untuk mencegah tercerai berainya rem yang bisa berakibat fatal.

Walaupun akhirnya bisa tiba di titimplik dengan selamat dan bisa menulis blog ini sebagai catatan peringatan keteledoran diri, beberapa hal bisa dijadikan pelajaran dari perjalanan ini

  1. link ini adalah benar adanya dan tidak dibuat-buat, jadi harus super hati-hati di jalan raya. sebab kalau apa-apa terjadi yang bisa anda lakukan (sebagai pengendara sepeda) hanya mengingat plat nomernya. selain itu kemungkinan besar mereka akan hilang entah kemana
  2. Cek semua kelengkapan sepeda, dan fungsi dari kelengkapan itu apakah berfungsi dengan baik atau tidak (rem sudah lengkap, tapi layak pakai atau ndak?)
  3. pake pengaman diri, walaupun kemanan sebenarnya adalah dari cara anda berkendaraan.

Selesai.

Oktober 28, 2009 Ditulis oleh ibnu triyono | sepedaan | , | 4 Tanggapan