Kucingers's nest

Keyboard, Paper, and Bicycle

webcomic

Koding, koding dan koding lagi walaupun nggak tiap hari pastinya bikin capek dan bosen. Itu sebabnya kita butuh istirahat alias rehat atau break. Istirahat juga nggak tiap sabtu minggu aja  atau pas malem lagi bobo, ternyata baiknya kita itu istirahat tiap jam pekerjaan, bahasa kasarnya slacking off in the sake of productivity (#alesanbuatmungkir). Mungkin saya nggak se ekstrim donny yang membuat weker otomatis tiap 15 menit untuk micro break dan 1 jam untuk di Eclipse nya untuk mengingatkan dia sendiri. Saya biasanya akan melanglang buana ke situs-situs webcomic berikut (ya saya programmer yang tiap jam slacking off baca komik, dan ya setiap yang kerja disebelah saya tau persis hal ini)

  1. http://chickenstrip.wordpress.com/ , comicstrip, ruby, and chicken’s life, termasuk favorit saya karena blog komik ini membahas hal-hal yang berbau IT dan atau hal yang lagi ngetrend di kalangan IT, atau gossip dan pastinya kehidupan Ayam :) . webcomic yang ditampilkan disini termasuk mudah dicerna dan sederhana tapi tetap menarik, dan asyiknya di tiap komik dia akan menuliskan hal-hal yang berhubungan dengan komiknya atau asal muasal ide dari komik tersebut.
  2. http://www.geekherocomic.com/ , geek hero webcomic. komik yang satu ini jelas menarik sekali buat saya, sebab tokoh utama nya adalah seorang programmer yang bekerja di sebuah perusahaan IT. Kadang komik ini mengupas masalah idiom-idiom di kalangan programmer, sarat akan bahasa teknis (ya memang bukan untuk semua kalangan). Isi yang disampaikan oleh pembuatnya mudah ditangkap (oleh saya yang seorang programmer) dan tidak terlalu rumit untuk orang awam (mungkin). cobalah kunjungi dan nikmati cara bercanda programmer , mungkin anda akan suka, dan mungkin nggak
  3. http://xkcd.com/ webcomic of romance, sarcasm, math, and language. Sesuai judulnya xkcd merupakan komik yang berisi romansa, sarkasme, matematika, dan bahasa. buat saya sendiri tidak semua komik disini bisa dinikmati karena bermacam topik yang dihidangkan cukup berbeda, dan seringkali menuntut saya untuk melihat wikipedia (apalagi untuk matematika, dan fisika). secara keseluruhan tetap menarik untuk saya.Untuk gambar mungkin sangat terkesan seadanya, hampir seluruh karakter digambar kan sebagai stick man dan hampir tidak ada yang spesial dari sisi tampilan (setidaknya menurut saya) tapi diimbangi dengan menariknya sisi cerita (bagaimana matematika dan fisika bisa dijadikan bahan bercanda). cobalah setidaknya sekali
  4. http://www.yehudamoon.com/ , yehuda moon and kickstand cyclery. webcomic tentang sebuah toko/bengkel sepeda dan 2 orang yang bertugas didalamnya dan dengan pendekatan yang berbeda diantara keduanya. jika anda benar-benar seorang pengendara sepeda sejati anda mungkin akan suka dengan webcomic ini. Isinya kebanyakan tentang kehidupan toko tersebut, masyarakat pengendera sepeda dikota tempat toko itu bersemayam dan masalah-masalah yang dihadapi, dengan sudut pandang berbeda-beda

ya itu dia daftar situs untuk buang-buang waktu webcomic menarik (menurut pendapat saya tentunya) yang bisa dinikmati pada saat mentok koding waktu luang. dan maaf buat mas niwat0ri kalau blognya di sebut situs buang-buang waktu, no offense mas, tapi emang saya sering bolak-balik kesitu, ditunggu komik berikutnya mas (sekarang masih tagito ergo sum)

OMG akhirnya update lagi blog ini >.<

September 13, 2009 Ditulis oleh ibnu triyono | Santai | , | & Komentar

post mortem

nggak nyangka  udah lama banget nggak nulis , makin kaku aja rasanya. 3 bulan lebih nggak ada hal yang ditumpahkan. rasanya aneh aja.

setelah di pikir-pikir kayaknya ini cuman jadi bahan update keadaan aja, update halaman about me. dan hal nggak penting lain. beberapa hal dibawah adalah kejadian penting nggak penting yang terjadi di ICL dengan tokoh utama saya tentunya:

  1. setelah lebih dari 6 bulan kepindahan ke bandung akhirnya tokoh kita ini mendapatkan  review dari Icreativelabs, yang pada akhirnya beliau bisa memboyong sebuah sepeda united miami 26″ warna merah hitam (dinamakan beltem, a.k.a belalang tempur sama Anggi). sangat amat lumayan (artinya bagus) untuk mengurangi kebiasaan buruk ngeremin telor di kantor. dan kesempatan menjelajah bandung tanpa angkot (angkot disini nggak asyik, jalan pulang ama pergi beda2, banyak jalan 1 arah nya, kalo pake sepeda kan tinggak tenteng bisa deh lewatin oneway)
  2. berselang 1 bulan lebih dari pembelian belalang tempur (atau united #2 kalo kata dony). sang tokoh protagonis memutuskan untuk memenuhi hasrat (dan keputus asaan atas keadaan dimana sepeda dipinjem sama tim lain, dan harus bengong meratapi parkiran ) untuk membeli sebuah sepeda roadbike. ya sang tokoh memilih membeli roadbike dari pada mengupgrade beltem ke taraf internasional dikarenakan banyak hal. salah satunya ya itu dimana tokoh kita ini sering meratapi kalo beltem di pinjem, dan menambah perbendaharaan rasa bersepeda
  3. Menilik sejarah ternyata tokoh utama ini  dulunya dekat dengan sepeda, salah satu pekerjaan pertamanya ada seorang bike messenger lebih tepat nya pengantar elpiji dan aqua(bukan merk) galon. jadi sebenarnya kalau beliau kembali lagi bercengkarama dengan sepeda bukan hal yang khusus apa lagi spektakuler.
  4. origami, yap sudah hampir 5 bulan nggak ada karya yang dihasilkan, hmm tampaknya kebiasan ini harus mulai dipupuk lagi
  5. Tokoh kita ini ditinggalkan oleh rekan nya sesama coder, supono mesti mengejar ambisi nya untuk menjadi ehh.. dosen, untungnya ada  anggota baru di Icreativelabs, yang menyebabkan si ibnu bukanlah programmer terakhir di icreativelabs, dan secara tidak langsung Sulaeman (sang programmer baru ini) menjadi anggota klub programmer berkulit hitam ICL (no offense bro)
  6. Sekitar beberapa hari menjelang puasa kantor ICL kedatangan tamu yang nggak diundang pulang tak di antar (males banget nganterin ke surabaya). dianara ini merupakan anggota baru juga di ICL fungsinya jadi eh.. tukang ketik (or whatever)
  7. Ternyata puasa di Bandung cukup menyenangkan buat tokoh kita ini, berpuasa di tempat baru, suasana baru, dan tentunya menu berbuka yang baru. Hampir tiap hari menu berbuka dibiayai oleh Icreativelabs (kecuali hari sabtu dan minggu). Mudah-mudahan bisa ketemu puasa tahun depan

ya begitulah kejadian penting gak penting yang ditulis untuk sekedar melepaskan kebosanan atas kebiasan menulis yang (diharapkan) teratur dan penuh aturan (ya pekerjaan tiap hari, menulis kode tentunya).

lumayan tulisan gak jelas ditulis dengan sudut pandang gajelas juga, bis ini mau nulis sepeda ahh *Yeah*

September 3, 2009 Ditulis oleh ibnu triyono | Santai, Umum | | & Komentar

Elina, sebuah R31

Elina adalah sebuah laptop Thinkpad seri R31 (2656-EEA) yang saya beli beberapa bulan lalu dengan harga miring (seharga henpon) dari seorang teman. Gimana nggak miring dia termasuk tua untuk ukuran laptop, dengan kemampuan yang seadanya (minim kalo orang-orang bilang). dengan disain fisik yang lumayan :) . Body nya plastik (kalo besi dah dikilo-in kali sama yang punya) dan ringan soalnya saya lepas batrenya yang udah non functional. nggak licin agak-agak bertekstur gimana gitu, aneh tapi jadi enak megang nya (please, Elina itu laptop, jangan mikir yang nggak-nggak deh), seperti pola sidik jari di tangan yang bikin kita gampang megang sesuatu. di engsel layar sebelah kiri ada retakan yang membuat pemiliknya (saya) jadi agak berhati-hati kalau buka dia, dan miris kalo liat orang lain buka seenaknya aja (dan setelah diamati ternyata retakannya MEMBESAR, gawat deh ).

Keyboardnya nyaman, enak dan empuk, seneng ngetik pake Elina. Dengan tombol enter berukuran standar dan berwarna biru seperti layaknya thinkpad yang lain sampai sekarang. Tidak ada Touchpad, yap IBM waktu meluncurkan Elina dan kawan-kawan seangkatannya memutuskan untuk belum menggunakan touchpad sebagai piranti pengganti mouse pada laptop. Sampai sekarang pun masih ada seru thinkpad yang hanya menggunakan TrackPoint sebagai mouse, bahkan setelah diakusisi lenovo. untuk tombol “x” ada sedikit luka meleleh, mungkin dari pemakai sebelumnya. Trackpoint buat saya sebagai programmer memiliki nilai lebih, karena kebiasaan jempol saya bernaung di bawah tombol spasi, menyebabkan seringnya terjadi kecelakaan waktu jempol tak sengaja menyentuh touchpad (pengalaman make axioo) dan jari saya nggak perlu pergi terlalu jauh ke bawah untuk menggunakan trackpoint. lagipula saya kan ngetik nya intense banget dibandingin mouse. jadi hehehe. gitu de.

Satu lagi ke-kerenan Elina, dia itu kalo buat ngetik di tempat gelap (night ops) masih bisa nyaman. Lantaran adanya ThinkLight diatas layar LCD yang pancaran sinarnya tepat menuju ke keyboard (diaktifkan dengan tombol Fn+PgUp). cocok buat kamu-kamu yang mau jadi spy

Setelah melihat luarnya, sekarang saya mau kasih tau isinya . Elina berprosesor Intel Pentium III 1.13 Ghz, dengan ber-memorikan 128mb SDRAM yang masih harus dishare dengan memori vga nya sekitar 16mb. menggunakan baterai 6-cell Li-ion (fully non-operational). dilengkapi dengan DVD-rom keren yang bisa langsung di bongkar pasang (menggunakan slot Ultrabay). layar 14.1″ XGA dengan resolusi 1025×768 (dah poll tuh). hdd hitachi 30gb (yang sudah agak bunyi, dan akhirnya diganti fujitsu 40gb) IDE. Elina juga dilengkapi dengan soundcard + speaker yang agak kresek-kresek. SmartLink Modem dan Lancard onboard. Ada wi-fi (wai pai) juga yang di pasang di slot mini-pci yang cuman satu-satunya. Dan masih ada paralel port, untuk printer jaman dulu

Kembali ke kisah Elina. Waktu pertama kali pindah tangan, dia itu OS nya windows xp dan terlihat sangat mengenaskan, gimana nggak buat nyetel film DVD pake windows media player aja heng. Asli pabrikan sih OS nya windows 2000 (ngeliat stikernya). tadinya dia saya pinjemin ke temen, biar saya pake axioo seri neon (tvm658) yang lebih baru dan kenceng, waktu itu Elina juga belum dikasih nama. Entah kenapa gak lama Elina saya pinjemin ke temen, saya jadi pengen mainin dia. Setelah pertukaran guling, saya ngerasa kalo windows xp di Elina terlalu membebani. FYI ternyata R31 nggak didisain untuk windows soalnya gak punya tombol jendela ;) ).

Liat kan?, gak ada tombol jendela..

dah dulu. capek

Oktober 8, 2008 Ditulis oleh ibnu triyono | Umum | , | & Komentar

Gimana Cara Makan Gajah?

Assalamu’alaikum

Makan gajah? Hehehe, judul yang agak aneh, bahkan mungkin kedengaran offensive buat sebagian orang. Yo ga papa lah, yang penting biar tertarik baca dulu (hihihi).

Apa sih makan gajah? Kenapa gajah? dan hubungannya apa ama kita?. Gini-gini , sabaiknya satu-satu dijelasin “makan gajah” adalah sebutan saya untuk metode penyelesaian masalah (soalnya saya pria bermasalah). Kenapa gajah, soalnya gajah itu besar, gak ganteng, trus siapa juga jaman sekarang mau makan gajah?, makanya gajah itu saya analogikan dengan MASALAH, yup suka atau nggak, kita sering dihadapkan dengan gajah-gajah itu. Besar, berat, dan gak enak tapi kita tetep harus makan (menyelesaikan) itu para gajah. Kalau kita berusaha menghindar, kejadian yang paling sering malah ditubruk ma gajah-gajah ntu.

Nah bek tu tujuan, makan gajah ntu emang susah, lagian segede gitu, apa nggak eneg? Sebenernya triknya simple banget, mungkin yang lain juga dah sering denger, makanya fungsi artikel ini cuman sebagai pengingat. Makan gajah tuh dikit-dikit ga boleh langsung, dari yang paling gampang dimakan dulu, misalnya kupingnya dulu (wueekkk) baru nanti belalainya, dan seterusnya.

Konsep ini saya sendiri lupa dapet darimana, kyknya dari kutipan atau apa yah (maaf penulis memiliki keterbatasan memori). Konsep ini banyak kita liat, bahkan mungkin secara nggak sadar, contoh kyk gini nih. Misalnya kalo kita melakukan Koding (menulis Kode Program) kita ketemu sama yang namanya fungsi (function), prosedur (procedure), dan lain-lain. Untuk bahasa SQL misalnya kita kenal yang namanya Subquery. Waw ternyata mereka benar-benar membantu, coba bayangkan kalo Koding gak ada fungsi / prosedur, nggak banget deh, ruwet minta ampun. Dengan adanya pemotongan-pemotongan gajah ini, diharapkan kita bisa lebih mencerna potongan-potongan gajah itu. Seperti masalah yang disederhanakan akan membuat kita lebih memahami masalah ntu, yang pada akhirnya akan mempermudah kita mencari solusi.

Sayangnya kadang dalam menghadapi gajah kita terlena dengan besarnya dia, bukan dengan kewajiban untuk memakannya. Sehingga menyebabkan kita Cuma memandangi sang Gajah yang juga melototin kita, minta dimakan. Jangankan tuk mulai makan, baru liat aja dah pada lemes, hehehe.

Tulisan ini dibuat cuman buat menumpahkan apa yang ada di kepala, sapa tau aja ada yang kebantu (ngarep), sama ngisi waktu istirahat siang (daripada liatin kode mulu). Kalo ada yang merasa tersinggung ya mohon dimaafken tho, penulisnya kan cuman manusia.

Hehehe, Wassalamu’alaikum

NB::

Kata-kata yang dibolak balik , Gajah = masalah, memakan = menyelesaikan.(kadang baca tulisan sendiri juga bingung…. Peace)

Agustus 7, 2008 Ditulis oleh ibnu triyono | Santai | , | & Komentar